Hasil Restorasi Yamaha V80 dan review singkat
Jaman sekarang, sepeda motor sudah banyak merajalela pada kehidupan sehari-hari. Sepeda motor saat ini kebanyakan sudah dibekali dengan pembakaran 4-Tak. Sebut saja Honda Scoopy, Honda Beat, Revo Koperasi, Yamaha N-Max, Aerox Ngabers dan sebagainya. Tapi tau gak sih kalian kalau jaman dulu Yamaha pernah mengeluarkan motor bebek 2-Tak andalannya? Tidak lain dan tidak bukan adalah Yamaha V80. Motor ini masuk ke Indonesia dibawah naungan YIMM (Yamaha Indonesia Motor Manufacturing) dan menyosor pada kawula muda 80-an pada saat itu. Motor ini sudah ada lebih dulu di Jepang sana, dan dulu sempat keluar Yamaha versi V50 nya yang langsung didatangkan secara CBU dari Jepang.
Penampakan Yamaha V80, cantik banget ya sob? kenalin namanya "Delillah" |
Motor ini sebelumnya sudah saya restorasi. Kata mbah saya, ini motor lumayan nge-hits pada saat itu, namun penjualannya lebih sedikit dari rivalnya, yakni Honda C700. Motor ini diusung oleh mesin 2-Tak dengan percepatan 3-speed, jadi jangan berharap kencang ya kawan hehe. Sistem pengereman masih menggunakan tromol dikedua rodanya, jadi hati-hati ya sobat yang suka ngebut kalo pakai motor ini soalnya ngerem-nya bagaikan Senin-Kamis ( lagian motornya juga pelan sih, emang bisa dibawa ngebut?). Namun jangan diragukan untuk keiritan motor ini, karena bisa mencapai 1 Liter : 35-40 Km karena CC-nya yang hanya 80 saja.
Motor jadul pakai yang namanya "katengkas", pasti pada gak tau kan? |
Salah satu key feature pada motor bebek jaman dulu yakni mereka punya pelindung rantai yang membawa seribu manfaat. Salah dua manfaatnya adalah melindungi boncengers perempuan jikalau memakai rok/ baju yang panjang-panjang agar tidak terselip ke rantai motor dan juga menjaga rantai motor dari kotoran debu jalanan yang fana ini. Pelindung rantai atau disebut "katengkas" ini merupakan sebuah jati diri motor bebek jaman dulu, apabila tidak memakai ini, rasanya kayak ada yang kurang gitu..
| "apanih maksudnya choke", ucap seorang millenials🤣 |
Kalau motor-motor jaman sekarang menyalakannya tinggal starter, jreng, langsung gas, namun tidak dengan motor lawas. Jika mesin sobat masih dingin sedingin hatinya, maka wajib sobat buat nge-choke terlebih dahulu agar motor dapat hidup dengan mudah. Apa sih maksudnya choke? Jadi choke itu berfungsi mengalirkan bensin lebih banyak ke ruang bakar agar motor lebih mudah dan lebih siap untuk dinyalakan. Posisi choke ini biasanya ada di stang motor atau di karburatornya itu sendiri, begitu bro.
Tampak atas motor ini, dimensinya kecil ya sob |
Pada area dashboard, sobat akan disuguhi oleh instrumen-instrumen yang sangat sederhana tanpa digitalisasi sana-sini. Speedometer menunjukkan sampai 100 Km/h tapi nyatanya kemungkinan dipacu paling banter pada kecepatan 60 - 70 Km/h. Lampu hijau pada dashboard menyatakan motor pada posisi netral, sedangkan lampu merah menandakan peringatan untuk sobat agar segera mengisi oli samping karena hampir habis. Pada handle kiri kanan terdapat saklar lampu jauh-dekat, klakson, dll sama seperti motor jaman sekarang, namun yang uniknya penempatan saklar sein ada disebelah kanan. Mungkin orang Jepang kebanyakan kidal ya.
Begitulah review singkat Yamaha V80. Motor ini cocok banget buat kalian yang ingin memiliki motor klasik dengan harga yang terjangkau, tapi hati-hati ya, tiap hari harga terus naik karena semakin langka. Selamat hunting!
| sebelum di restorasi |
Comments
Post a Comment